Rangkuman BAB 5 Buku Sistem Informasi Manajemen Jilid 1 Mac Leod

BAB 5

 

Implikasi etis dari Teknologi Informasi

Pendahuluan

            Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya, yang dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung cara penggunaannya. Pada bab ini akan dipelajari dampak sosial dari komputer dalam konteks etika, yaitu bagaimana komputer seharusnya diterapkan untuk kebaikan masyarakat. Etika mempengaruhi bagaimana para spesialis informasi melaksanakan tugasnya. Adalah tanggung jawab CIO untuk mencapai etika dalam sistem yang dibuat dan orang-orang yang membuatnya. Untuk memenuhi tanggung jawab ini CIO dapat mengikuti suatu strategi yang terencana baik.

 

Etika Dalam Bisnis di AS

Etika bisnis di AS didasarkan pada tiga keyakinan dasar yaitu :

  1. Etika Protestan
  2. Etika Persaingan Bebas
  3. Survival of the Fittest

 

Etika Protestan, Benjamin Franklin dapat dianggap sebagai pemberi justifikasi etis atas efisiensi dan laba. Pandangan yang dikenal sebagai etika Protestan mendorong kerja keras untuk menghasilkan uang.

 

Etika Persaingan Bebas, Etika persaingan bebas didasarkan pada teori para ahli ekonomi yang menganjurkan kapitalisme laissez-faire, atau kebebasan berusaha berfungsi tanpa campur tangan pemerintah. Dasar teori ini adalah keyakinan bahwa mementingkan diri sendiri tidak merugikan masyarakat. Masyarakat akan memperoleh lebih banyak manfaat dari ekonomi berorientasi laba daripada jika tujuan utama bisnis adalah kebaikan sosial.

 

Survival of the Fittest, Dalam sistem persaingan bebas tidak dapat dihindari bahwa sebagian perusahaan akan menjadi pemenang dan sebagian lagi akan kalah. Alasannya, persaingan bekerja sebagai proses seleksi untuk memangkas perusahaan-perusahaan yang memberi kontribusi paling sedikit pada kebaikan sosial. Masyarakat AS percaya bahwa manfaat terbaik akan diperoleh jika bisnis swasta dibiarkan hidup dan bersaing dalam pasar bebas. Karena itu keberadaan bisnis untuk kenikmatan masyarakat.

 

Bagaimana Budaya Etika Diterapkan

Tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis yaitu, dalam bentuk corporate credo, program-program etika, dan kode etik khusus perusahaan.

Corporate Credo, adalah pernyataan ringkas mengenai nilai-nilai yang ditegakkan perusahaan. Tujuannya adalah menginformasikan orang-orang dan organisasi-organisasi baik di dalam maupun diluar perusahaan mengenai nilai-nilai etis perusahaan.

Program Etika, adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancanguntuk mengarahkan pegawai dalam melaksanakan corporate credo. Contoh dari program etika adalah audit etika, seperti yang dipraktekkan oleh Dow Corning. Dalam audit etika, seorang auditor internal mengadakan pertemuan dengan seorang manajer selama beberapa jam untuk mempelajari bagaimana unit manajer tersebut melaksanakan corporate credo.

Kode Etik Khusus Perusahaan, Diperkirakan lebih dari 90 persen perusahaan-perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 memiliki kode etik. Sebagaian perusahaan menemukan bahwa unit-unit organisasinya memerlukan suatu kode khusus tersendiri.

 

Etika dan Jasa Informasi

            Apakah Etika Komputer, etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama, dan manajer yang paling bertanggung jawab atas aktivitas tersebut adalah CIO. CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat, dan karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.

            Alasan Pentingnya Etika Komputer, James Moor menyatakan ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer. Ia menyebut alasan-alasan tersebut yaitu kelenturan logika, faktor transformasi, dan faktor tak kasat mata.

  1. Kelenturan Logika

Yang dimaksud kelenturan logika adalah kemampuan memprogram komputer untuk melaksanakan apa pun yang kita inginkan. Komputer bekerja tepat seperti yang diinstruksikan oleh programmernya.

 

  1. Faktor Transformasi

Alasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu. Ambil sebagai contoh fungsi pembelian di suatu perusahaan. Hingga sepuluh tahun lalu, di perusahaan yang paling maju dalam penggunaan komputer, komputer akan memberi tahu pembeli bahwa sudah waktunya untuk mengisi kembali persediaan. Sekarang semua tahap ini dapat dikerjakan oleh komputer. Komputer perusahaan pemesan dapat dihubungkan dengan komputer pemasok, dan pertukaran informasi dapat dilakukan melalui EDI – electronic data interchange. Komputer pembeli mengevaliasi catatan kinerja berbagai pemasok, menentukan yang terbaik, melihat database pemasok untuk menentukan ketersediaan barang, dan mengirimkan pesanan pembelian dalam bentuk elektronik ke komputer pemasok.

 

  1. Faktor Tak Kasat Mata

Alasan ketiga minat masyarakat pada etika komputer adalah karena komputer dipandang sebagai suatu kotak hitam. Semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan rumit yang idak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.

 

Hak Sosial dan Komputer

            Saat komputer pertama kali diterapkan dalam bisnis pada pertengahan 1950-an, manajemen memutuskan bahwa penggunaan komputer akan ditangani oleh para profesional komputer, yaitu programer, analis sistem, dan operator yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus komputer. Namun, masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer. Hak-hak ini dapat dipandang dari segi komputer atau dari segi informasi yang dihasilkan komputer.

 

 

Hak atas Komputer

Hak atas akses komputer, Setiap orang tidak perlu memiliki sebuah komputer, seperti juga tidak setiap orang memiliki mobil. Namu, pemilikan atau akses komputer merupakan kunci mencapai hak-hak tertentu lain. Misalnya akses ke komputer brarti kunci mendapatkan pendidikan yang baik.

 

Hak atas keahlian komputer, Saat komputer mula-mula muncul, ada ketakutan yang luas dari para pekerja bahwa komputer akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja masal. Hal itu tidak terjadi. Kenyataannya, komputer telah menciptakan pekerjaan lebih banyak dari pada yang dihilangkannya. Tidak semua pekerjaan menggunakan komputer atau memerlukan pengetahuan komputer, tetapi banyak yang demikian.

 

Hak atas spesialis komputer, Adalah mustahil seseorang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian komputer yang diperlukan. Karena itu kita harus memiliki akses para spesialis tersebut, seperti kita memiliki akses ke dokter, pengacara dan tukang ledeng.

 

Hak atas pengambilan keputusan komputer, Walau masyarakat tidak banyak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana komputer diterapkan, masyarakat memiliki hak tersebut. Hak ini layak jika komputer dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Hak-hak ini dicerminkan dalam UU komputer yang telah mengatur penggunaan komputer.

 

Hak atas Informasi

            Hak atas Privacy, Pemerintah federal mengatasi sebagian masalah ini dalam Privacy Act of 1974. Namun, UU ini hanya mencakup pelanggaran oleh pemerintah, dan penegakkannya tidak tetap karena banyaknya lubang-lubang dakam hukum. Menurut Mason, para pengambil keputusan memberi nilai yang tinggi pada informasi sehingga mereka sering mengganggu privacy seseorang untuk mendapatkannya.

 

            Hak atas Akurasi, Komputer dipercaya mampu mencapai tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh sistem non komputer. Potensi ini selalu ada, tetapi tidak selalu tercapai. Sebagian sistem berbasis komputer mengandung kesalahan lebih banyak dari pada yang dapat ditolerir sistem manual. Dalam banyak kasus, kerusakan terbatas pada gangguan sementara, seperti saat anda harus memprotes penagihan yang telah anda bayar.

 

            Hak atas Kepemilikan, Disini kita berbicara mengenai hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk progam-program komputer. Kita sering melihat para pemakai yang telah membeli hak untuk menggunakan perangkat lunak jadi menggandakannya secara ilegal, kadang-kadang untuk dijual kembali. Dalam kasus lain, suatu penjual perangkat lunak mungkin meniru produk populer dari penjual lain. Para penjual perangkat lunak dapat menjaga hak milik intelektual mereka dari pencurian melalui hak cipta, paten dan perjanjian lisensi.

 

            Hak atas Akses, Sebelum adanya database komputer, banyak informasi yang tersedia bagi masyarakat umum dalam bentuk dokumen tercetak atau mikrofilm di perpustakaan. Untuk memiliki akses ke informasi tersebut, seseorang harus memiliki perangkat lunak dan perangkat keras komputer yang diperlukan, dan membayar biaya akses.

 

 

Kode – Kode Etik

Kode Perilaku Profesional

ACM dibentuk tahun 1947 dan sekarang merupakan perkumpulan profesional komputer AS tertua. Kode Perilaku Profesional ini terdiri dari lima canon :

  1. Seorang anggota ACM selalu bertindak dengan intergritas.
  2. Seorang anggota ACM harus berusaha meningkatkan kemampuannya serta kemampuan prestise profesi.
  3. Seorang anggota ACM bertanggung jawab atas pekerjaannya.
  4. Seorang anggota ACM bertindak dengan tanggung jawab profesional.
  5. Seorang anggota ACM harus menggunakan pengetahuan dan keahlian khususnya unutuk kesejahteraan umat manusia.

 

Kode Etik DPMA

DPMA didirikan tahun 1951 dan memiliki sekitar 35.000 anggota di seluruh dunia. Kode etik tersebut terdiri dari standards of conduct (standar perilaku) yang menguraikan kewajiban manajer pengolahan data pada :

  1. Manajemen perusahaan.
  2. Rekan anggota DPMA dan profesi.
  3. Masyarakat.
  4. Pemberi kerja.

 

Kode Etik ICCP

ICCP didirikan tahun 1973 dengan maksud memberi sertifikasi pda para profesional komputer. Sertifikasi ICCP meliputi Certified Computer Programmer (CCP) dan Certified in Data Processing (CDP). Kode etik ICCP menyatakan bahwa para anggotanya bertanggung jawab pada profesi, pemberi kerja, dan kliennya. Kode ini dimasukkan dalam Code of Conduct, yang bersifat permanen, yang menangani masalah-masalah seperti tanggung jawab sosial dan pertentangan kepentingan.

 

Kode Etik ITAA

ITAA didirikan tahun 1961 sebagai suatu asosiasi bagi organisasi-organisasi yang memasarkan perangkat lunak dan jasa yang berkaitan dengan komputer. Kode ITAA terdiri dari prinsip-prinsip dasar yang mengatur penilaian, komunikasi dan kualitas jasa dengan klien. Perusahaan dan pegawai diharapkan menegakkan intergritas profesional industri komputer. Walau cukup mengagumkan bahwa perkumpulan-perkumpulan profesional AS memiliki kode etik, masih banyak yang perlu dicapai.

 

Etika dan Spesialis Informasi

Banyak peneliti telah mempelajari keyakinan etis para spesialis informasi. Sejumlah penelitian telah dilakukan pada spesialis informasi yang bekerja maupun pada mahasiswa sistem informasi.

 

Penelitian SRI

            Dua penelitian selama tahun 1970-an dan 1980-an memberikan sebagian besar data yang menggambarkan keyakinan etis dari para spesialis informasi yang bekerja.

 

            Peserta Penelitian, Peserta lokakarya tahun 1987 terdiri dari dua puluh tujuh orang industri, pemerintah dan akademia yang telah menunjukkan minat yang besar pada etika komputer.

 

            Skenario Pertentangan Etika, Lokakarya tahun 1987 menggunakan 54 skenario, yang dikelompokkan menjadi kategori sebagai berikut :

  1. Standar profesional, kewajiban dan pertanggung jawaban.
  2. Kepemilikan, pemberian atribut, pembajakan, peniruan, hak cipta dan rahasia dagang.
  3. Keyakinan atas informasi dan keleluasaan pribadi.
  4. Praktek-praktek bisnis yang mencakup kontrak, perjanjian, dan pertentangan kepentingan.
  5. Hubungan pemberi kerja dan karyawan.

 

Hasil Penelitian, Penelitian tahun 1987 karenanya memberikan tolak ukur etika untuk membandingkan keyakinan spesialis informasi dan mahasiswa sistem informasi. Bagaimana keyakinan seorang programer atau seorang mahasiswa dibandingkan dengan keyakinan para pakar tersebut yang telah memikirkan masalah-masalah tersebut secara mendalam, jika dipandang dari perspektif masyarakat.

 

Etika dan CIO

Persepsi Etika CIO

            Suatu indikasi yang baik datang dari penelitian yang dibuat oleh dua profesor University of Missisippi. Mereka mengumpulkan data dari 61 profesional SIM, mulai dari programer hingga manajer SIM.

 

            Memanfaatkan kesempatan untuk bertindak tidak etis, Ada sejumlah perusahaan terdapat kesempatan bagi CIO untuk berperilaku tidak etis. Namun ada perasaan kuat bahwa CIO tidak bertindak tidak etis.

 

            Etika Membuahkan Sukses, Para CIO yang berhasil berperilaku etis, dan untuk sukses seseorang tidak perlumengkompromikan etikanya. Manajer yang berhasil tidak menyembunyikan informasi, menjelekkan saingan, mencari kambing hitam, atau mengambil pujian yang bukan haknya. Jawaban-jawaban ini menunjukkan bahwa CIO dan manajer lain menciptakan budaya etika.

 

            Perusahaan dan manajer memiliki tanggung jawab sosial, Manajer sering harus mendahulukan tanggung jawab mereka pada ,asyarakat daro pada tanggung jawab mereka pada perusahaan, dan baik perusahaan maupun manajer memiliki tanggung jawab sosial yang melebihi tanggung jawab pada pemegang saham.

 

            Manajer mendukung keyakinan etika mereka dengan tindakan, Para spesialis informasi yakin bahwa manajemen puncak pada perusahaan mereka telah menyatakan tidak dapat mentolerir perilaku tidak etis dan akan mengambil tindakan terhadap yang melanggar standar tersebut.

 

Rencana Tindakan untuk Mencapai Operasi Komputer yang Etis

Donn Parker dari SRI international menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan.

  1. Formulasikan suatu kode perilaku.
  2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer.
  3. Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggaran seperti teguran, penghentian dan tuntutan.
  4. Kenali perilaku etis.
  5. Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaaan yang disyaratkan.
  6. Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasi pada karyawan.
  7. Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dan kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
  8. Dorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggaran etika dengan cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik atau penyalahgunaan obat bius.
  9. Dorong partisipasi dalam perkumpulan profesiobak.
  10. Berikan contoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: